Krisis di Tambang: Pertaruhan Nyawa
Cantika Wijaya,seorang mahasiswa kurang mampu,berhasil menyelesaikan pendidikannya berkat bantuan biaya dari Dewi Santoso.Setelah lulus,ia bekerja di Grup Megah.Suatu ketika,Direktur Galih Wibowo tanpa sengaja memberikan cincin istrinya, Dewi,kepada Cantika.Candika pun salah paham,mengira sang Direktur berminat padanya,dan ambisinya mulai merajalela.Ia bahkan menyebut dirinya sebagai"Pejabat Direktur".Di area tambang,Candika bertindak semena-mena,menghina Dewi Santoso dan memaksakan penerapan rencana berisiko tinggi.Ayah Dewi,Angin Santoso (putra dari Profesor Aji Santoso),yang juga merupakan seorang akademisi geologi ternama yang telah memberikan banyak kontribusi bagi negara,menemukan celah dalam rencana itu dan meminta penghentian proyek.Namun,Candika tetap nekat melakukan peledakan,menyebabkan longsor di tambang dan membuat nyawa Angin Santoso terancam.Yang tidak Candika ketahui adalah identitas sebenarnya Angin Santoso.Kecelakaan ini mengakibatkan Grup Megah menghadapi ancaman penutupan langsung oleh pemerintah.